Entri Populer

Cari Blog Ini

Sabtu, 05 Februari 2011

cara belajar microsoft exel

Menghitung Jumlah Karakter Pada Suatu Kalimat

Hi,
Mungkin ketika anda disuruh menulis suatu kalimat oleh bos anda di kantor, ataupun yang lagi sedang mau ikut tes lowongan kerja, ada salah satu syarat yakni Tulis Pengalaman Kerja Anda, tapi tidak boleh lebih dari 250 karakter. Sedangkan anda sendiri sudah tidak tahu sudah berapa banyak kata yang telah anda tulis.

Dalam excel ada suatu formula yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah karakter dari kalimat yang anda tulis, adapun formulanya :
=LEN("text")

Misal :
1. Pada kata "MOBIL", maka dengan rumus LEN :
=LEN("MOBIL")
hasilnya adalah 5
catatan : tanda petik " digunakan sebagai tanda bahwa kata MOBIL adalah teks.

2. pada kata "MOBIL BALAP", maka dengan rumus LEN :
=LEN("MOBIL BALAP")
hasilnya adalah 11
catatan : spasi dihitung sebagai 1 karakter.

3. misal pada kolom A1 tulis "BUDI BELAJAR" (jangan pakai tanda petik), maka dengan rumus LEN di kolom A2 :
=LEN(A1)
hasilnya adalah 12

yah sekian dulu, jika ada pertanyaan saya persilahkan. terima kasih

salam hangat

Jumat, 25 September 2009

Setelah Sekian Lama

Hi,

Udah lama juga yah saya tidak buka blog saya, itu karena kesibukan saya dikantor yang cukup menyita waktu. tapi syukurlah akhirnya saya mampu memperoleh waktu saya yang hilang kemarin.

Untuk itu saya akan mencoba kembali untuk membagi ilmu saya ini bagi rekan-rekan yang membutuhkannya.

salam hangat

Kamis, 26 Februari 2009

MEMBUAT NOMOR URUT

Dalam pembuatan laporan biasanya di kolom I adalah kolom nomor. Dan biasanya untuk membuat nomor urut cukup dengan mengetik :
=(01 cell diatas)+1

Misal :



Kelemahan rumus ini adalah rumus ini tidak dapat membaca apakah ada / tidak data didalam suatu baris.

Bagaimana bila misalkan yang hendak dibuat adalah nomor urut yang muncul apabila dalam suatu baris ada datanya ?
Maka rumus yang digunakan adalah :
=IF(cell<>””,COUNTA($cell$1:cell1),””)

Misal :



Pengertiannya adalah :
Rumus di A4 apabila di cell B4 tidak sama dengan kosong (""), maka hitung (COUNTA) total jumlah data dari cell ketetapan sampai dengan cell terakhir ($B$4:B4), dan jika di cell B4 kosong maka munculkan tanda kosong ("").
Selanjutnya tinggal di copy A4 dan paste ke baris di bawahnya sampai urutan terakhir.

Oke itu saja,

Salam Hangat

Selasa, 24 Februari 2009

MENGHAPUS ANGKA / HURUF DARI SUATU DATA

Di dalam suatu data sering terdiri dari huruf dan angka, dan ada kalanya kita ingin mengambil angka ataupun hurufnya saja. Dalam Microsoft Excel ada sebuah rumus yang dapat memngeluarkan angka maupun huruf dari suatu data.

Rumusnya adalah :

1. Menghapus Angka Dalam Data :
=SUBSTITUTE(cell,LEFT(cell,SUMPRODUCT((LEN(cell)-LEN(SUBSTITUTE(cell,{0,1,2,3,4,5,6,7,8,9},””))))),””)

Catatan :
- Rumus “LEFT” dapat diganti dengan rumus “RIGHT”.
- Rumus “LEFT” digunakan apabila angka yang hendak dihapus berada disebelah kiri.
- Rumus “RIGHT” digunakan apabila angka yang hendak dihapus berada disebelah kanan.
- cell adalah tempat dimana data berada.

Misal :



Penjelasan :
Untuk hasil di cell "E6"
Untuk menghasilkan "TV" dari data di cell C6 "TV01" maka, pada data di cell C6 diganti (SUBSTITUTE) karakter yang terletak di sebelah kanan (RIGHT), berupa karakter-karakter (LEN) angka (0,1,2,3,4,5,6,7,8,9) menjadi kosong ("").

2. Menghapus Huruf dalam Data :
=--LEFT(cell,SUMPRODUCT((LEN(cell)-LEN(SUBSTITUTE(cell,{0,1,2,3,4,5,6,7,8,9},””)))))

Catatan :
- Rumus “LEFT” dapat diganti dengan rumus “RIGHT”.
- Rumus “LEFT” digunakan apabila huruf yang hendak dihapus berada disebelah kanan.
- Rumus “RIGHT” digunakan apabila huruf yang hendak dihapus berada disebelah kiri.
- cell adalah tempat dimana data berada.

Misal :



Penjelasan :
Untuk hasil di cell "F6"
Untuk menghasilkan angka "1" dari data di cell C6 "TV01" maka, ambil data sebelah kanan (RIGHT) cell C6 yang terdiri dari karakter-karakter (LEN) angka (0,1,2,3,4,5,6,7,8,9) saja.

yah mudah-mudahan anda semua paham dengan apa yang saya jelaskan, jika ada kometar saya tunggu.

salam hangat

Minggu, 22 Februari 2009

UJI KEMAMPUAN MICROSOFT EXCEL

Mungkin anda merasa kemampuan anda mengenai Microsoft Excel sudah mumpuni, dan ingin sekali menguji kemampuan anda tersebut.
Ada sebuah website yang dibuat oleh anak bangsa kita sendiri yang khusus untuk menjajal kemampuan anda tentang microsoft excel, dan tidak hanya microsoft excel ada juga yang lainnya. Dan itu semua GRATIS



Disini anda akan diuji dan dinilai seberapa besar pengetahuan anda tentang microsoft excel, tapi jangan terkejut ya kalau nilai anda dibawah rata-rata. (he he he..)

Anda cukup klik disini atau copy link ini http://www.sertifikasioffice.com

Oke itu saja

Salam Hangat

Jumat, 20 Februari 2009

Rp. 200.000,-/bulan dari Nge-Blog

Hi,

Tidak terasa telah 03 bulan lebih saya mengelola blog ini, dan saya telah bisa menghasilkan uang darinya. Saya bisa dapat Rp.200.000,-/bulan.
Anda pasti bertanya – tanya "Bagaimana bisa menghasilkan uang dari mengelola blog ?"

Jawabannya gampang aja : Saya cukup mengelola blog, kemudian menunggu anda mengunjungi blog. Akhirnya saya memperoleh uang.
Saya cukup menjalankan kiat-kiat dari sahabat saya ; Pak Joko Susilo, karena ini semua adalah ide dari dia.
Jika anda tidak percaya silahkan anda lihat kiat – kiatnya di sini
Atau klik banner diatas ini


Salam Hangat

Kamis, 12 Februari 2009

RUMUS SUMIF (2)

Mungkin anda sudah paham dasar penggunaan rumus SUMIF, dimana rumus ini dapat digunakan untuk menjumlahkan angka berdasarkan suatu kondisi tertentu. Bagaimana bila kondisi yang diberikan lebih dari 1? maka di sesi ke-2 ini saya akan menjelaskannya.

Rumus yang digunakan adalah :
{=SUM(IF(kondisi pertama,IF(KONDISI KEDUA,PENJUMLAHAN)))}

catatan :
tanda "{" dan "}" digunakan sebagai tanda absolut, apabila tidak digunakan maka nilainya tidak akan muncul.
Cara memunculkan tanda diatas adalah setelah menulis rumus : "=SUM ( IF ( kondisi pertama, IF ( KONDISI KEDUA, PENJUMLAHAN)))" dilanjutkan dengan menekan tombol "CTRL + SHIFT + ENTER".  Sehingga jadilah seperti rumus diatas.

Misal :
Toko pakaian baju BAJI memiliki penjualan pada bulan Januari 2009 sebagai berikut :



Keterangan :

Pada kolom F19 penjualan baju warna "PUTIH" dengan ukuran "S" untuk bulan Januari 2009 adalah sebesar Rp. 1.200.000,-.
Dimana kondisi I; kolom B9:B16 dicari hasil baju berwarna "PUTIH", untuk kondisi II; kolom C9:C16 dicari hasil baju ukuran "S".
dan hasilnya pada kolom F9:F16 dilakukan penjumlahan dari kondisi I dan II yakni sebesar "Rp.1.200.000,-"

Pada kolom F20 penjualan baju warna "HITAM" dengan ukuran "M" untuk bulan Januari 2009 adalah sebesar Rp. 900.000,-.
Dimana kondisi I; kolom B9:B16 dicari hasil baju berwarna "HITAM", untuk kondisi II; kolom C9:C16 dicari hasil baju ukuran "M".
dan hasilnya pada kolom F9:F16 dilakukan penjumlahan dari kondisi I dan II yakni sebesar "Rp.900.000,-"

Oke itu aja, Jika ada komentar, saya tunggu

Salam Hangat

Minggu, 30 Januari 2011

TEMPAT WISATA KOTA BIMA

PANTAI LAWATA

lawataJika orang Bima ditanya tentang tempat-tempat wisata yang berada di Bima, salah satu jawaban yang niscaya disebutkan adalah: Lawata. Lawata memang sudah sejak dulu menjadi sebuah obyek wisata atau tempat piknik bagi masyarakat Bima. Lawata terletak hampir di luar kota Bima, berupa sebuah “tonjolan” ke teluk Bima. Di Lawata terdapat sebuah bukit kecil yang memiliki beberapa buah gua kecil. Pantainya bukanlah tempat yang bagus untuk bermain air, namun air (laut)nya bisa dibilang cukup jernih walaupun kadang berlumpur dan banyak batu-batu yang berserakan. Karena historinya, Lawata kemudian “dibangun”, dibuatkan banyak “cottage” yang berderet di sepanjang pantainya. Setiap cottage memiliki bagian “dalam” yang bisa digunakan untuk lesehan, bagian luar/depan yang bisa digunakan untuk memandang ke arah laut/teluk, dan tempat berbeque di sebelah luar/belakang. Tampaknya, setiap cottage cukup untuk sebuah keluarga atau rombongan yang lebih dari 10 orang.
Namun sayang sekali, ketika kami mengunjungi Lawata, tempat tersebut terkesan sangat berantakan dan rusak parah. Ketika memasuki gerbang, pintu gerbang yang dipasangi portal kayu yang dibebani batu menghalangi, namun kita bisa melepaskannya sendiri karena tidak ada petugas yang menjaga. Setelah masuk, ada lagi portal kayu yang merintangi mobil masuk ke arah pantai. Ketika kami ingin parkir di depan portal, karena untuk ke pantai bisa berjalan kaki saja, seorang ibu-ibu (usia sekitar 40-an tahun) mendatangi kami dan meminta “uang karcis”. Ibu-ibu tersebut jelas bukan petugas “resmi” karena pakaiannya sangat sederhana, seperti istri penjaga kebun saja. “Uang karcis” katanya Rp1000,- dan kami memberinya Rp10.000,- Saya berpesan kepadanya agar diberikan karcis, dan dia berjanji akan bilang kepada “petugas”nya yang saat itu (katanya) lagi mengambil minuman (ringan bersoda, dia menyebutkan merk). Kenyataannya, ketika sekitar 30 menit kemudian kami keluar, si ibu terlihat tidur di atas balai-balai bambu dan tidak ada “petugas” yang dia sebutkan. Otomatis, karcis yang dijanjikan pun hanya berupa asap transparan (hehehe… sudah asap, gak kelihatan juga kan?) Tentang cottage, sayang seribu sayang, bangunan-bangunan yang cukup banyak tersebut (terutama mungkin dari segi biayanya) sudah rusak parah. Jika ada keluarga atau rombongan pikinik yang datang, mungkin lebih suka menggelar tikar di pantai atau batu ketimbang menggunakan cottage yang sudah seperti gudang tua yang rusak parah. Ruangan cottage sangat lembab, apek, kotor, dan banyak bagian yang sudah anjlok, rubuh, atau rusak sehingga bisa membahayakan. Tentang lingkungan Lawata sendiri, juga jauh dari harapan untuk menikmati keindahan atau kenyamanan. Lawata sangat terasa tandus, kering, kotor, dan “terkesan” jorok oleh coretan-coretan kata-kata mesum di dinding dan “atmosfir” mesum yang masih mengambang di udara! Lalu apa lagi yang bisa diharapkan (jangan kata dinikmati) dari sebuah obyek wisata atau tempat piknik yang paling terkenal di Bima tersebut? Ketika saya bertemu dengan seorang saudara yang kebetulan menjadi anggota DPRD Kota Bima, saya mendapat informasi (yang tentu tidak terlalu akurat) bahwa pembangunan yang dilakukan di Lawata hanya dilakukan oleh seorang investor yang hanya mengejar pencairan dana Bank atau mendapatkan proyek di Pemda. Setelah itu, perawatan entah diserahkan kepada siapa. Saat ini kepemilikan obyek wisata Lawata berada di bawah Pemda Kota Bima, namun Pemda Kota juga tidak memiliki sumber daya yang memadai untuk melakukan perawatan dan pengelolaannya.

taradisi orang bima

Bima Masih Melestarikan Tradisi Leluhur  http://berita.liputan6.com/images/video.gif

Kota Bima, Nusatenggara Barat, memiliki sejarah dan tradisi yang cukup mengakar. Di antara tradisi leluhur yang dikenal adalah kerajinan tenun dan balap kuda atau pacuajara.
Kota Bima yang merupakan bagian dari Pulau Sumbawa, telah memiliki sentra kerajinan tenun sejak Kerajaan Bima berdiri abad ke-17. Pusat tenun dipusatkan di kawasan Rabadompu. Hingga kini jejak warisan tradisi itu masih hidup dan berkembang menjadi kebanggaan warga setempat. Harga sehelai kain tenun berkisar Rp 150 ribu hingga Rp 325 ribu.
Selain untuk melestarikan budaya nenek moyang, kerajinan tenun juga sebagai sumber penghidupan warga Rabadompu. Untuk memasarkan hasil karya mereka, kini telah dibangun koperasi di desa-desa. Produk tenun yang dikenal di antaranya kain sarung. Untuk selembar sarung proses pembuatannya mencapai 20 hari.
Sementara itu, motif tenun yang populer di antaranya suri kakandau atau tunas rebung dan gusuwarung. Motif suri kakandau sarat dengan sejarah perjuangan suku Bima saat melawan penjajah Belanda dengan menggunakan bambu runcing. Motif suri kakandau secara khusus digunakan untuk acara pernikahan. Sedangkan motif gusuwarung menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat Kota Bima yang mencari kepiting di pantai.
Keunikan Kota Bima lainnya, adalah balap kuda yang digelar setiap Ahad pagi. Pacuan kuda setiap Ahad ini termasuk kelas latihan untuk kelas yang lebih tinggi seperti tingkat pemerintah kota atau yang melibatkan semua kota/kabupaten di Pulau Sumba. Uniknya, dalam sesi latihan dan balap kelas yang lebih tinggi lainnya melibatkan joki anak-anak yang usianya tidak lebih dari 12 tahun.
Tempat pacuan kuda yang terkenal adalah di Arena Pacuan Kuda Panda. Biasanya lomba digelar setiap Agustus dan melibatkan ratusan kuda pilihan dari setiap pelosok Pulau Sumba. Lomba semakin meriah karena setiap kuda memiliki penggemar dan penggembira.
Kota Bima tentu saja tidak sekadar menyajikan budaya dan tradisi. Pesona laut dan eksotisme Kota Bima bisa menjadi wisata pilihan yang perlu segera menjadi agenda.(elirahma bima)

catatan harian seorang kekasih guru


for you "my d@r"


Semangat… Semangat.. dan Terus Semangat…



Selamat jumpa kembali kawan… Lama nih blog ini ga ane update. Kemarin-kemarin, semangat ngeblog lagi kendur nih. he…he… Kali ini ane datang dengan penuh semangat 45. he…he… Kayak apa saja…

Terus terang, ane sekarang bingung mau nulis apa. Tulisan yang enak dibaca. Tulisan yang bisa menginspirasikan banyak orang. Enaknya ngomongin apa, ya?

Au ah, masih gelap. Terus terang, ane lagi semangat buat ndorong blog ini, Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia agar bisa eksis di mesin cari.

Sementara itu dulu lah. Ane lagi kehabisan ide, nih…

Mudik ke Hatimu

Mudik ke Hatimu

Rerumputan menyirat
jejakjejakmu jadi jalan setapak
Aku menuju hatimu dengan setangkai sajak
yang kupetik dari perjalanan berliku
bukankah selalu kutanam perdu
penawar rindu.
Embun-embun menyukai telanjang tapak kakimu
ketika kau melintas jalan setapak
rerumputan menjaga jejakmu tetap basah
seperti butir airmata yang enggan jatuh dari bulumatamu
bagaimana pun aku memunguti jejak itu
menyimpannya dalam sebuah sajak
lalu kuikuti ke mana kata pergi mengembara.
Bukankah hatimu kampung halaman
dari seluruh sajakku
tempat aku mudik dengan segala perbekalan
cinta.

CATATAN HARIAN SEORANG IBU SANG PAHLAWAN

CATATAN HARIAN SEORANG IBU SANG PAHLAWAN


Sebelum azan magrib berkumandang, seperti hari-hari yang lalu ,wanita itu melangkah, pada pangkalan ojek tak jauh dari rumah. Haturan sapaan akrab mengiring gemulai pelan wanita itu. Wajah-wajah karang terjangan nasib pada kota selalu ramah menyambut wanita. Dari tangan salah satu wajah tersebut terhatur lembaran harian hari ini. Wanita itu berbinar, menyimak, kisah anaknya kembali di torehkan hari ini.

Sayup-sayup suara suci mengalun. Wanita itu dengan hati-hati menyimpan lembaran tersebut pada sebuah kotak pembukus sepatu. Sesaat memandang lagi yang tepatri pada lembaran tersebut. Selarik senyum menghias bibir yang mengering. Kemudian dia diam dalam sunyinya. Memadang layar kaca berharap berjumpa anaknya lagi.

Menjelang tengah malam, sang anak kembali, senyuman dan anggukan terhatur pada wanita itu. Lalu senyam dalam biliknya. Pagi dia sudah tiada lagi.

Sebelum magrib, wajah-wajah karang menatap sepi, lembaran yang tersaji tak terjamah. Segurat tanya dalam benak. Tak menemukan jawaban.

Wanita itu tak beranjak, di temani gadis berkerudung hitam, berdua sama-sama diam. Menanti.
Wajah keduanya berseri dalam sunyi, ada larikan pasrah dan bangga dalam iklas menghiasi . Memandang pada benda-benda yang ada di hadapan mereka. Kembali sabar mereka menanti sang anak dan kekasih hati kembali.

Lewat tengah malam, yang di nanti menampakan diri. Dalam wajah letih menatap heran kepada keduanya , terlintas tanya dalam hati, tak kuasa lidah mengucapkan kata.

“ Milik siapa ini..?”
“ Milikmu nak....”
“ Maksudnya.....?”

Sesaat wanita itu diam, mengumpulkan kekuatan untuk berkata.

“ Anakku... berangkatlah... bela saudara-saudaramu yang disana, yang menderita dalam kejamnya durjana ... berangkatlah anakku...dalam nama suci yang selalu engkau kumandangkan , pada warna-warna yang engkau kibarkan, berikan tinju yang selalu engkau kepalkan kepada mereka yang durjana itu nak. Hantam wajah-wajah mereka. Ledakan roda-roda besi mereka. Jadilah benteng bagi saudara-saudaramu . “

Kembali sang anak tak juga mengerti, dan menoleh kepada sang kekasih. Anggukan halus lembut jawabannya.

Terhenyak sang anak... dalam seguknya terucap patah...

“ Ibu, jangan ibu percaya ... apa yang ibu lihat .. dan dengar... ini hanya demi piring kita bu..”

Tersujud sang anak di pangkuan ibunya. Sesaat ia mengeserkan ekor matanya, gadis berkerudung hitam telah berlalu meninggalkan pintu yang menganga.