Entri Populer

Cari Blog Ini

Minggu, 30 Januari 2011

taradisi orang bima

Bima Masih Melestarikan Tradisi Leluhur  http://berita.liputan6.com/images/video.gif

Kota Bima, Nusatenggara Barat, memiliki sejarah dan tradisi yang cukup mengakar. Di antara tradisi leluhur yang dikenal adalah kerajinan tenun dan balap kuda atau pacuajara.
Kota Bima yang merupakan bagian dari Pulau Sumbawa, telah memiliki sentra kerajinan tenun sejak Kerajaan Bima berdiri abad ke-17. Pusat tenun dipusatkan di kawasan Rabadompu. Hingga kini jejak warisan tradisi itu masih hidup dan berkembang menjadi kebanggaan warga setempat. Harga sehelai kain tenun berkisar Rp 150 ribu hingga Rp 325 ribu.
Selain untuk melestarikan budaya nenek moyang, kerajinan tenun juga sebagai sumber penghidupan warga Rabadompu. Untuk memasarkan hasil karya mereka, kini telah dibangun koperasi di desa-desa. Produk tenun yang dikenal di antaranya kain sarung. Untuk selembar sarung proses pembuatannya mencapai 20 hari.
Sementara itu, motif tenun yang populer di antaranya suri kakandau atau tunas rebung dan gusuwarung. Motif suri kakandau sarat dengan sejarah perjuangan suku Bima saat melawan penjajah Belanda dengan menggunakan bambu runcing. Motif suri kakandau secara khusus digunakan untuk acara pernikahan. Sedangkan motif gusuwarung menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat Kota Bima yang mencari kepiting di pantai.
Keunikan Kota Bima lainnya, adalah balap kuda yang digelar setiap Ahad pagi. Pacuan kuda setiap Ahad ini termasuk kelas latihan untuk kelas yang lebih tinggi seperti tingkat pemerintah kota atau yang melibatkan semua kota/kabupaten di Pulau Sumba. Uniknya, dalam sesi latihan dan balap kelas yang lebih tinggi lainnya melibatkan joki anak-anak yang usianya tidak lebih dari 12 tahun.
Tempat pacuan kuda yang terkenal adalah di Arena Pacuan Kuda Panda. Biasanya lomba digelar setiap Agustus dan melibatkan ratusan kuda pilihan dari setiap pelosok Pulau Sumba. Lomba semakin meriah karena setiap kuda memiliki penggemar dan penggembira.
Kota Bima tentu saja tidak sekadar menyajikan budaya dan tradisi. Pesona laut dan eksotisme Kota Bima bisa menjadi wisata pilihan yang perlu segera menjadi agenda.(elirahma bima)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar